Sidrap -- Aktivitas tambang galian C ilegal di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kian meresahkan warga. Salah satunya di Kelurahan Arawa Watang Pulu,Meski banyak masyarakat mengeluhkan dampak yang ditimbulkan, sebagian besar memilih enggan berkomentar secara terbuka karena khawatir akan konsekuensi tertentu.
Dari hasil penelusuran tim media Selasa,20/1/2026 nampak Alat berat beraktivitas dan beberapa Mobil truk lalu lalang mengangkut timbunan
Aktivitas tambang di duga tak berizin ini dinilai menimbulkan berbagai dampak negatif.
Selain debu dan kebisingan yang mengganggu kenyamanan warga, jalanan di sekitar lokasi tambang juga mengalami kerusakan parah akibat sering dilalui kendaraan berat bermuatan material.
Tak hanya itu, penambangan yang dilakukan tanpa pengawasan dan perencanaan yang baik dikhawatirkan dapat memicu bencana alam seperti longsor dan banjir. Kondisi ini tentu mengancam keselamatan pemukiman warga yang berada tidak jauh dari lokasi tambang.
Menyikapi adanya keluhan warga terkait keberadaan Tambang Galian C Sejumlah Anggota DPRD Sidrap Kabupaten Sidrap Saenal Rosi, Naharuddin Sadeke, Agus Syam, Ismail Aksa, beserta beberapa per wakilan dari Polsek Watang Pulu, turun langsung melakukan Sidak di lokasi yang di maksud.
Ketua Komisi tiga Agus Syam saat di temui di lokasi Sidak membenarkan adanya keluhan warga, terkait keberadaan Tambang Galian C yang di duga tidak berizin,
Menurut Agus Syam kami sudah melakukan koordinasi dengan pemilik tambang galian C dan pemerintah daerah kabupaten Sidrap untuk di tutup dulu sampai izin operasinya lengkap,
Berdasarkan informasi di dapat saat kami sidak material ini kami duga di angkut untuk melakukan penimbunan di lokasi proyek pembangunan Gudang Bulog di kelurahan Arawa, Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sidrap,
Menurutnya, Estimasi yang dibutuhkan untuk penimbunan pembangunan Gudang Bulog mencapai 1,500 Truck Material tanah timbunan, dan saat ini yang sudah terangkut kurang lebih 500 Truck tanah timbunan. dan luas lahan saat ini di lokasi tambang galian C kurang lebih 1,500 Hektar.(Wawan)



