Program Studi (Prodi) Seni Kuliner kembali menunjukkan perannya dalam pengembangan kompetensi profesional melalui kolaborasi edukasi lintas bidang. Kali ini, Damayanti Trisnasari, S.Pd., M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, berbagi pengetahuan mengenai olahan pasta dan teknik garnish kepada para tenaga kesehatan, termasuk Dokter Spesialis Gizi Klinik, Dietisien, Nutrisionis, Perawat, Pramubakti serta Pramusaji.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Komisariat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, dan berlangsung pada tanggal 6 hingga 8 Februari 2026 di Hotel Universitas Hasanuddin. Kegiatan menghadirkan lesson learning food service yang mengintegrasikan aspek kuliner dan nutrisi.
Materi yang dibawakan mencakup pentingnya pengetahuan gizi dalam layanan katering beserta tantangannya, keuntungan memiliki pendidikan formal di bidang gizi bagi pemilik usaha katering, tips dan trik menjalankan bisnis katering secara profesional, serta praktik langsung pembuatan berbagai olahan pasta dan teknik garnish untuk meningkatkan estetika hidangan.
Damayanti Trisnasari, S.Pd., M.Pd., memandu peserta dalam praktik membuat hidangan yang tidak hanya lezat, tetapi juga sehat dan menarik secara visual. Selain belajar teknik memasak dan menghias makanan, peserta juga berdiskusi mengenai strategi menyajikan menu sesuai kebutuhan gizi pasien maupun konsumen, sehingga layanan katering dapat memenuhi standar kualitas dan kesehatan.
Sinergi antara kuliner dan kesehatan ini menjadi contoh nyata penerapan interprofessional learning, di mana tenaga kesehatan dan praktisi kuliner dapat saling bertukar pengalaman dan pengetahuan untuk menciptakan layanan makanan berkualitas. Damayanti menekankan bahwa kolaborasi seperti ini penting untuk membangun jejaring profesional yang kuat antara dunia pendidikan kuliner dan sektor kesehatan, sekaligus meningkatkan kapasitas peserta dalam menghadirkan makanan yang sehat, aman, dan estetis. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dari rangkaian pelatihan berkelanjutan yang memperkuat kompetensi lintas profesi dalam pengelolaan makanan dan pelayanan konsumen.



