Pelaksanaan Pesantren Ramadan dan Pasraman di UPT SD Negeri 10 Benteng berlangsung dengan semangat kolaboratif yang kuat. Seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) terlibat langsung mendampingi kegiatan keagamaan peserta didik sesuai dengan latar belakang agama masing-masing.
Pada kegiatan Pesantren Ramadan, GTK yang beragama Islam secara aktif membersamai Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membimbing peserta didik. Pendampingan tersebut meliputi kegiatan ibadah, tadarus Al-Qur’an, penguatan akhlak, hingga pembiasaan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, pada kegiatan Pasraman, guru-guru yang beragama Hindu turut membersamai Penyuluh Agama Hindu dalam memberikan pembinaan spiritual kepada peserta didik beragama Hindu. Kegiatan Pasraman difokuskan pada penguatan dan pengenalan ajaran keagamaan, serta pembentukan karakter religius sejak dini.
Kepala UPT SD Negeri 10 Benteng, Zulkifli, menegaskan bahwa pola kolaborasi ini merupakan komitmen sekolah dalam membangun pendidikan keagamaan yang inklusif dan berkeadilan.
“Seluruh GTK terlibat aktif sesuai perannya. Tidak ada lagi istilah guru PAI bekerja sendiri atau konser tunggal. Pendidikan keagamaan adalah tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah,” tegasnya.
Menurutnya, keterlibatan GTK lintas mata pelajaran dan tenaga kependidikan mencerminkan praktik nyata moderasi beragama di lingkungan sekolah. Peserta didik tidak hanya mendapatkan pembelajaran keagamaan secara tekstual, tetapi juga teladan sikap saling menghargai dan saling menghormati dalam keberagaman.
Guru PAI Amalia Ramadhani menyampaikan bahwa kehadiran GTK dalam Pesantren Ramadan memberikan dampak positif terhadap pembinaan peserta didik.
“Pendampingan bersama membuat suasana pesantren lebih hidup, tertib, dan bermakna. Anak-anak merasa diperhatikan dan didukung oleh seluruh guru,” ujarnya.
Melalui kolaborasi menyeluruh GTK dalam Pesantren Ramadan dan Pasraman, UPT SD Negeri 10 Benteng terus meneguhkan perannya sebagai satuan pendidikan yang menanamkan nilai religius, toleransi, dan kebersamaan sebagai fondasi utama pembentukan karakter peserta didik.



