SIDENRENG RAPPANG, 2026 – Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kembali menunjukkan penguatan kapasitasnya dalam pengembangan riset terapan melalui pelaksanaan Program Hilirisasi Riset – Ajakan Industri (BOPTN) Tahun 2026 dengan total pendanaan sebesar Rp1,4 miliar. Program ini dilaksanakan dalam skema multi year (tahun jamak), yang memungkinkan integrasi berkelanjutan antara riset, implementasi, dan penguatan model inovasi di lapangan.
“Pappulung Aropoe: Hilirisasi Tata Kelola Digital TPS3R Mitra Formasi Mallomo melalui Penguatan Model Rais-MR3 untuk Layanan Sampah Terjadwal.”
Program ini dipimpin oleh Associate Prof. Dr. Ir. Rais Rahmat Razak, M.Si, dengan melibatkan tim multidisiplin yang terdiri dari dosen lintas institusi, yakni Hakzah, Sandi Lubis, Untung Suwardoyo, Muhammad Bibin, dan Aksal Mursalat, serta didukung oleh mahasiswa dan praktisi seperti Muh. Said Husain, Muh. Wahyu M., Alwi Rajab, Muh. Rezky S, Andi Azkia, Muh. Sabri, dan Salmen.
Secara akademik, program ini merepresentasikan pergeseran paradigma dari research for publication menuju research for impact. Hilirisasi riset dimaknai sebagai proses transformasi pengetahuan ilmiah menjadi inovasi yang aplikatif, adaptif, dan memiliki nilai guna langsung bagi masyarakat.
Dalam konteks ini, program Pappulung Aropoe tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga:
-Sistem digital operasional
-Model tata kelola berbasis data
-Skema bisnis berkelanjutan
-Prototipe layanan yang siap direplikasi
Pendekatan ini sejalan dengan konsep triple helix collaboration yang mengintegrasikan peran akademisi, pemerintah, dan masyarakat/industri dalam satu ekosistem inovasi.
Pendekatan Multi Year: Dari Desain hingga Replikasi
Skema multi year dalam program ini menjadi instrumen strategis untuk memastikan keberlanjutan inovasi. Secara konseptual, pendekatan ini memungkinkan program berjalan dalam beberapa fase sistemik:
1. Fase Pengembangan (Design & Modeling)
Berfokus pada perancangan sistem digital, penyusunan model Rais-MR3, serta pemetaan kebutuhan mitra.
2. Fase Implementasi (Implementation & Testing)
Meliputi penerapan sistem di TPS3R mitra, uji coba operasional, serta evaluasi berbasis data.
3. Fase Penguatan (Strengthening & Scaling)
Berorientasi pada penyempurnaan model, penguatan kapasitas SDM, serta replikasi ke wilayah lain.
Dengan pendekatan ini, program tidak hanya berhenti pada inovasi awal, tetapi berkembang menjadi sistem yang matang dan berkelanjutan.
Integrasi dengan Kebijakan Daerah: Tanam–Panen–Hilirisasi
Salah satu kekuatan utama program ini adalah keselarasan dengan kebijakan pembangunan daerah melalui program Bupati “Tanam–Panen–Hilirisasi”.
Secara konseptual, program ini memperluas makna hilirisasi dari sektor pertanian ke sektor lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah. Dalam perspektif ini:
“Tanam” dimaknai sebagai proses input dan pengumpulan sampah
“Panen” sebagai proses pemilahan dan pengolahan
“Hilirisasi” sebagai penciptaan nilai tambah dari hasil olahan sampah
Dengan demikian, pengelolaan sampah diposisikan sebagai bagian dari ekonomi sirkular, yang tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru.
Model Rais-MR3 sebagai Kerangka Tata Kelola Inovatif
Model Rais-MR3 menjadi inti inovasi dalam program ini. Secara akademik, model ini berfungsi sebagai kerangka integratif yang menghubungkan tiga dimensi utama:
1. Efisiensi operasional layanan
2. Tata kelola berbasis data dan kinerja (KPI-driven governance)
3. Penciptaan nilai ekonomi (value creation)
Model ini tidak hanya berorientasi pada efektivitas layanan, tetapi juga pada keberlanjutan sistem melalui integrasi aspek manajerial, teknologis, dan ekonomi.
Digitalisasi TPS3R sebagai Inovasi Layanan Publik
Transformasi digital dalam program ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan publik di sektor lingkungan. Sistem yang dikembangkan mencakup:
-Layanan sampah terjadwal berbasis digital
-Dashboard monitoring dan evaluasi
-Sistem pelaporan berbasis data real-time
Integrasi indikator kinerja dalam operasional
Pendekatan ini sejalan dengan konsep smart governance, di mana layanan publik didukung oleh teknologi untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.
Komentar Ketua Pengusul
Ketua tim pengusul, Associate Prof. Dr. Ir. Rais Rahmat Razak, M.Si, menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan dalam program ini merupakan integrasi antara konsep akademik dan kebutuhan praktis di lapangan.
“Program ini dirancang sebagai model integratif antara hilirisasi riset, kebijakan daerah, dan inovasi tata kelola. Dengan pendekatan multi year dan penguatan model Rais-MR3, kami ingin memastikan bahwa inovasi yang dihasilkan tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga aplikatif, berkelanjutan, dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Kontribusi Strategis dan Prospek Pengembangan
Secara strategis, program ini diharapkan memberikan kontribusi dalam:
-Transformasi digital sektor lingkungan
-Penguatan tata kelola layanan publik berbasis data
-Pengembangan model ekonomi sirkular
-Penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy)
Ke depan, program ini memiliki potensi untuk menjadi:
-Model nasional pengelolaan TPS3R berbasis digital
-Rujukan kebijakan daerah dalam pengelolaan lingkungan
-Contoh praktik baik hilirisasi riset di perguruan tinggi
Pelaksanaan Program Hilirisasi Riset – Ajakan Industri ini menegaskan bahwa Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang tidak hanya berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai aktor strategis dalam mendorong transformasi sosial, ekonomi, dan lingkungan berbasis inovasi.
Dengan dukungan skema multi year dan sinergi dengan kebijakan daerah, program Pappulung Aropoe diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi tinggi.



