SIDRAP – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pelestarian budaya lokal, khususnya kain tradisional Tenun Lipa Sabbe yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Hal ini disampaikan dalam kunjungan dan dialog bersama para pengrajin lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Fatmawati Rusdi menilai Tenun Lipa Sabbe bukan sekadar produk kerajinan, melainkan warisan budaya yang memiliki nilai historis dan menjadi identitas daerah.
Oleh karena itu, eksistensinya perlu terus dijaga dan dikembangkan agar tetap eksis di tengah perkembangan zaman.
Ia juga mendorong para pelaku usaha dan pengrajin untuk terus berinovasi, baik dari segi motif, warna, maupun strategi pemasaran. Menurutnya, penguatan branding serta pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci agar produk lokal mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk di tingkat nasional.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan diharapkan dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memberikan dukungan nyata, seperti pelatihan, bantuan permodalan, hingga promosi produk. Upaya ini dinilai penting untuk meningkatkan kesejahteraan para pengrajin sekaligus menjaga keberlanjutan industri tenun tradisional.
Dengan adanya perhatian dan dorongan dari pemerintah, Tenun Lipa Sabbe Sidrap diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi salah satu ikon unggulan Sulawesi Selatan.
Keberadaan kain tradisional ini tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.



