KENDARI — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) meraih penghargaan Terbaik I kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Sulawesi yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Hotel Claro Kendari, Jumat (29/5/2026).
Atas capaian tersebut, Pemkab Sidrap menerima insentif fiskal dari pemerintah pusat sebesar Rp3 miliar. Penghargaan diserahkan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, kepada Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif.
Kegiatan itu turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti.
Mendagri Tito Karnavian mengatakan penghargaan dan insentif fiskal diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
“Pemenang ditentukan berdasarkan data BPS. Ini motivasi bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Tito.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pihak dalam menangani kemiskinan ekstrem dan stunting di Kabupaten Sidrap.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja menghadirkan program-program yang berdampak langsung kepada masyarakat,” katanya.
Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan di Kabupaten Sidrap turun menjadi 4,91 persen pada tahun 2025 atau menurun 2,19 persen dibanding tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi angka kemiskinan terendah di Sidrap dalam sepuluh tahun terakhir.
Selain itu, keberhasilan menjalankan program intervensi gizi dan koordinasi lintas sektor juga mengantarkan Sidrap sebagai salah satu penerima Dana Insentif Fiskal (DIF) Kinerja Terbaik Penurunan Stunting Tahun 2025 dari pemerintah pusat.
Dalam kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting tingkat kabupaten, Sidrap menempati posisi pertama, disusul Kabupaten Bolaang Mongondow Timur di posisi kedua dan Kabupaten Gowa di posisi ketiga.



