SIDRAP – Komoditas jeruk nipis asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menunjukkan daya saing di pasar nasional. Melalui usaha Lemo Kacci yang dikelola Tahmid, jeruk nipis segar hasil petani lokal kini rutin dipasarkan ke sejumlah kota besar di Indonesia, seperti Surabaya, Jakarta, Balikpapan, dan Kupang.
Tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal di Kabupaten Sidrap, pemasaran jeruk nipis tersebut juga telah menjangkau berbagai wilayah di Pulau Sulawesi. Bahkan, komoditas ini terus merambah pasar nasional dan mulai menembus pasar internasional, termasuk Malaysia.
Tahmid mengatakan, jeruk nipis yang dipasarkan berasal langsung dari petani di Sidrap dengan proses seleksi yang ketat untuk menjaga kualitas dan kesegarannya sebelum dikirim ke berbagai daerah tujuan.
"Kami berkomitmen menghadirkan jeruk nipis segar dan berkualitas langsung dari petani. Kualitas menjadi prioritas utama agar pelanggan mendapatkan produk terbaik," ujarnya, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, permintaan jeruk nipis dari berbagai daerah terus meningkat karena kebutuhan pasar untuk konsumsi rumah tangga, industri kuliner, hingga usaha minuman. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi petani Sidrap untuk meningkatkan produksi dan memperluas jaringan pemasaran.
Usaha ini menjadi salah satu contoh bagaimana komoditas hortikultura Sidrap mampu menembus pasar luar daerah dan memberikan nilai tambah bagi petani lokal. Keberhasilan memperluas pemasaran hingga ke berbagai daerah di Indonesia dan Malaysia menjadi bukti bahwa produk pertanian Sidrap memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Dengan dukungan petani dan sistem distribusi yang terus diperkuat, Tahmid optimistis dapat memperluas jangkauan pemasaran serta memperkenalkan kualitas jeruk nipis asal Sidrap ke lebih banyak wilayah di Indonesia maupun mancanegara.



