SIDRAP,lintasnews7– Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mencatat angka kemiskinan ekstrem terendah di Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase kemiskinan ekstrem di daerah tersebut turun dari 1,57 persen pada 2024 menjadi 0,94 persen pada 2025 atau berkurang 0,63 poin persentase.
Capaian itu menempatkan Sidrap sebagai kabupaten/kota dengan tingkat kemiskinan ekstrem terendah di Sulawesi Selatan dan menjadi salah satu yang terendah di Pulau Sulawesi.
Pemerintah Kabupaten Sidrap menyebut penurunan tersebut merupakan hasil pelaksanaan berbagai program pengentasan kemiskinan yang difokuskan pada penguatan sektor pertanian, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, perlindungan sosial, serta pembangunan infrastruktur pendukung ekonomi masyarakat.
Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, mengatakan penurunan angka kemiskinan ekstrem menjadi indikator bahwa program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah mulai memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Penurunan kemiskinan ekstrem ini adalah bukti bahwa pembangunan yang terarah, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan masyarakat mampu menghasilkan perubahan nyata.
Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan program-program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat," ujar Syaharuddin.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sidrap juga menerima penghargaan dari Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia sebagai Kabupaten Terbaik I Regional Sulawesi dalam Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting.
Pemerintah daerah menilai capaian tersebut memperkuat pengakuan atas kinerja pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Selain menekan angka kemiskinan, berbagai program yang dijalankan juga diarahkan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan dasar serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.



