Makassar - Menjelang perhelatan Konsolidasi Fraksi Partai Golkar Se Sulawesi Selatan yang akan digelar di Hotel Claro Makassar, pada Senin, 9 Februari 2026, Andi Patonangi didampingi beberapa tokoh pemuda asal Sidenreng Rappang, menyempatkan melakukan pertemuan dan diskusi santai bersama Wakil Ketua Umum DPP AMPI, Arief Rosyid Hasan di salah satu warung kopi di Kota Makassar.
Pertemuan ini menjadi sebuah momen strategis dalam memperkuat dan mengkoneksikan simpul jejaring aktivis pemuda dari tingkat nasional hingga tingkat lokal. Pertemuan ini bukan sekadar ajang sapa dan nostalgia semata, melainkan bentuk konsolidasi gagasan antara representasi daerah dan tokoh muda yang memiliki pengaruh di Jakarta. Suasana keakraban yang terjalin mencerminkan semangat kolaborasi tanpa sekat demi karya bersama untuk kemajuan daerah.
Dalam diskusi tersebut, Andi Patonangi menyampaikan berbagai catatan mengenai potensi pemuda di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Dirinya menekankan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah dalam membuka akses pemberdayaan bagi anak muda. Fokus utamanya adalah bagaimana inovasi dan kreativitas pemuda di daerah bisa mendapatkan panggung serta dukungan infrastruktur politik maupun ekonomi yang lebih luas.
"Konektivitas jejaring pemuda dari level nasional hingga daerah perlu dirajut dan diperkuat. Untuk mewujudkan itu maka pertemana dan persahabatan adalah jembatan yang kuat. Saya kira dalam kerangka itu ngopi-ngopi santai ini selalu bisa dimaknai lebih strategis lagi," ujar Andi Patonangi.
Arief Rosyid Hasan menyambut hangat kehadiran Andi Patonangi dan mengapresiasi semangat kepemudaan dari Bumi Nenek Mallomo tersebut. Sebagai sosok yang lama berkecimpung di organisasi nasional dan memiliki perhatian besar pada sektor kesehatan serta ekonomi syariah, Arief menekankan bahwa pemuda harus menjadi mesin penggerak perubahan. Baginya, keterlibatan tokoh muda daerah di organisasi yang berjejaring nasional merupakan kunci untuk menciptakan regenerasi kepemimpinan yang progresif.
"Ayo, Bersama-sama kita begerak dan berkarya dalam satu barisan yang solid dan kompak," ajak Arief Rosyid Hasan.
Selain membahas soal organisasi, silaturahmi ini juga menyentuh isu-isu strategis mengenai pembangunan daerah dan peran pemuda dalam mengawal kebijakan strategis nasional hingga ke daerah. Keduanya sepakat bahwa tantangan masa depan, seperti digitalisasi dan kemandirian ekonomi, harus dihadapi dengan kolektivitas. Pertukaran pikiran ini mempertegas bahwa visi besar nasional tidak akan tercapai tanpa adanya sinkronisasi dan konektivitas dengan energi besar yang dimiliki oleh para penggerak di daerah.
Sebagai penutup, pertemuan ini diharapkan menjadi pemantik bagi aksi nyata di lapangan, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sidrap. *Red



