UPT SD Negeri 10 Benteng terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan pendidikan yang inklusif bagi seluruh peserta didik. Hal ini terlihat melalui pelaksanaan kegiatan pasraman hari ketiga bagi peserta didik beragama Hindu yang berlangsung di lingkungan sekolah dengan suasana khidmat dan penuh semangat. Rabu, 25 Februari 2026.
Kegiatan pembinaan keagamaan ini dibimbing langsung oleh Penyuluh Agama Hindu KUA Kecamatan Baranti, Petrus. Pasraman menjadi ruang pembelajaran spiritual bagi peserta didik untuk memperdalam ajaran agama sekaligus membentuk karakter dan budi pekerti luhur.
Dalam kegiatan tersebut, peserta didik mempelajari ajaran dasar agama Hindu, etika dan sikap hormat kepada orang tua dan guru, serta praktik persembahyangan. Salah satu materi utama yang diberikan adalah pembelajaran doa Trisandya. Anak-anak tidak hanya dilatih melafalkan doa dengan benar, tetapi juga dibimbing memahami makna doa agar mampu menghayati nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.
Petrus menjelaskan bahwa pembiasaan doa Trisandya penting untuk membentuk kedisiplinan spiritual dan ketenangan batin sejak dini.
“Melalui doa Trisandya, anak-anak belajar menumbuhkan rasa syukur, ketenangan diri, serta menanamkan nilai kedamaian dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pemahaman terhadap makna doa akan membantu peserta didik mengamalkan nilai dharma, menghormati sesama, serta hidup rukun dalam keberagaman.
Kepala UPT SD Negeri 10 Benteng, Zulkifli, mengapresiasi pelaksanaan pasraman sebagai bagian dari upaya sekolah dalam memenuhi hak pembelajaran agama sekaligus memperkuat nilai toleransi di lingkungan pendidikan.
“Kami berkomitmen memberikan ruang pembinaan keagamaan bagi semua peserta didik. Melalui pasraman ini, anak-anak belajar beribadah sekaligus belajar menghargai perbedaan dan hidup berdampingan secara harmonis,” ungkapnya.
Pelaksanaan pasraman di UPT SD Negeri 10 Benteng menjadi gambaran nyata bagaimana pendidikan dapat merawat keberagaman melalui pembinaan spiritual yang tepat. Dengan bimbingan yang berkelanjutan, diharapkan peserta didik beragama Hindu semakin mantap menjalankan ajaran agamanya serta tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan.



