Sidrap – Proyek tambal aspal di poros Pangkajene-Rappang, Kabupaten Sidrap, memakan korban.
Dalam dua malam terakhir, sedikitnya empat pengendara sepeda motor yang terjatuh dan mengalami luka-luka akibat jalan yang digali namun belum ditambal.
Korban terbaru, Baim, warga Rappang, dirawat intensif di RSUD Adinda setelah motornya tergelincir ke dalam lubang.
Tak lama berselang, seorang pengendara lain mengalami nasib serupa dan langsung dilarikan ke rumah sakit, Jumat (13/3/2026) malam.
Arif, orang tua Baim, tampak sangat kesal saat membesuk putranya.
“Lubang ini sudah seperti jebakan. Anak saya nyaris kehilangan nyawa. Tolong pemerintah segera bertindak sebelum lebih banyak korban,” pintanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui siapa pelaksana proyek tambal aspal tersebut.
Begitu pula, Dinas terkait Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan belum memberikan tanggapan soal kondisi jalan yang membahayakan pengendara.
Warga menilai proyek yang dikerjakan tanpa pengawasan dan tanpa rambu darurat tersebut sangat berisiko, apalagi saat malam hari.
Jalan berlubang disebut sebagai “arena berbahaya yang siap melukai pengendara.”
Kasus ini menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan proyek publik, menandai rambu darurat, dan mempercepat perbaikan, agar insiden serupa tidak terus berulang.(*)



