UPT SD Negeri 10 Benteng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, menghadirkan inovasi pendidikan bertajuk PAMMASE (Penerapan Moderasi Beragama pada Peserta didik) sejak tahun 2024 sebagai langkah strategis membangun lingkungan sekolah yang inklusif dan harmonis.
Program yang digagas Kepala Sekolah, Zulkifli, ini dilatarbelakangi oleh keberagaman latar belakang agama peserta didik, yakni Islam dan Hindu Towani Tolotang. Keberagaman tersebut menjadi perhatian serius sekolah dalam menanamkan nilai toleransi sejak dini.
Melalui PAMMASE, nilai-nilai moderasi beragama diintegrasikan dalam pembelajaran dan budaya sekolah. Implementasinya dilakukan melalui pembiasaan sehari-hari, kegiatan lintas agama, serta penguatan peran guru dan orang tua.
“Program ini menjadi solusi dalam menciptakan interaksi sosial yang sehat di lingkungan sekolah. Kami ingin peserta didik mampu hidup rukun dalam perbedaan,” ujar Zulkifli.
Tahapan pelaksanaan program dilakukan secara sistematis, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi berkala. Kegiatan seperti sosialisasi keberagaman, pembinaan guru, dan pelibatan orang tua menjadi bagian penting dalam menyukseskan program ini.
Dengan pendekatan sederhana namun terstruktur, PAMMASE kini menjadi bagian dari budaya sekolah yang terus dikembangkan secara berkelanjutan.




