Penyelenggara Hindu dari Kementerian Agama Kabupaten Sidenreng Rappang melaksanakan kegiatan monitoring di UPT SD Negeri 10 Benteng, Rabu (6 Mei 2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di ruang belajar Pendidikan Agama Hindu, guna memastikan proses pembelajaran berjalan optimal sekaligus meninjau kesiapan siswa menghadapi ujian akhir sekolah dan ujian semester.
Penyelenggara Hindu, Soefarto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran di sekolah.
“Monitoring ini dilakukan untuk memastikan proses pembelajaran Agama Hindu berjalan lancar, serta mengetahui sejauh mana kesiapan siswa dalam menghadapi ujian akhir sekolah dan ujian semester,” ujarnya.
Selain aspek akademik, Soefarto juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Ia berharap nilai-nilai kearifan lokal tetap menjadi bagian utama dalam proses pendidikan.
“Pendidikan karakter harus diutamakan, dengan menanamkan nilai-nilai seperti sipakatau, sipakainga’, dan sipakalebbi sebagai bagian dari budaya lokal yang memperkuat sikap saling menghargai dan menghormati,” tambahnya.
Sementara itu, Penyuluh Agama Hindu yang ditugaskan mengajar di UPT SD Negeri 10 Benteng, Petrus, menyambut baik kegiatan monitoring tersebut. Ia berharap melalui kegiatan ini, pihak penyelenggara dapat melihat secara langsung kondisi pembelajaran serta potensi siswa di sekolah.
“Dengan adanya monitoring seperti ini, kami berharap penyelenggara dapat mengetahui kondisi riil di sekolah dan melihat potensi-potensi yang dimiliki siswa. Kami juga berharap ke depan siswa kami dapat lebih banyak berpartisipasi, khususnya jika ada kegiatan keagamaan di tingkat kabupaten,” ungkap Petrus.
Kepala UPT SD Negeri 10 Benteng, Zulkifli, turut mengapresiasi hadirnya sinergitas antara pihak sekolah dan Kementerian Agama dalam menjamin hak peserta didik. Menurutnya, kolaborasi yang baik menjadi kunci dalam menghadirkan layanan pendidikan agama yang merata bagi seluruh siswa.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran dan perhatian dari Kementerian Agama. Sinergitas dan kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa hak peserta didik, khususnya dalam mendapatkan pembelajaran Agama Hindu, dapat terpenuhi dengan baik di sekolah,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama Republik Indonesia melalui jajaran daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan keagamaan sekaligus mendorong lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakar pada nilai-nilai budaya lokal.



