Sidrap,lintasnews7.com—UPT Puskesmas Tanrutedong terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui peluncuran lima inovasi yang dirancang untuk menjawab berbagai kebutuhan di bidang kesehatan dan administrasi.
Kelima inovasi tersebut merupakan gagasan para tenaga kesehatan dan aparatur di lingkungan UPT Puskesmas Tanrutedong untuk meningkatkan efektivitas pelayanan, keselamatan pasien, serta kualitas tata kelola puskesmas.
Inovasi pertama adalah ALKES PENSI (Alarm Kesehatan Peduli Hipertensi) yang diinisiasi dr. Ayuni Noprianti Idris. Inovasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran pasien hipertensi untuk rutin mengontrol tekanan darah dan mematuhi pengobatan. Dengan demikian, risiko komplikasi akibat hipertensi diharapkan dapat diminimalkan.
Inovasi kedua, ERUPSI (Edukasi Orang Tua untuk Pahami Waktu Erupsi Gigi Anak di Puskesmas Tanrutedong), diinisiasi drg. Nurul Marhamah Husain. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai waktu tumbuh atau erupsi gigi anak melalui media edukasi yang mudah diakses dan menarik, sehingga perhatian terhadap kesehatan gigi dan mulut anak dapat ditingkatkan sejak usia dini.
Di bidang kefarmasian, Puskesmas Tanrutedong menghadirkan Si-BUD (Sistem Informasi Beyond Use Date Obat) yang diinisiasi Wahyuni, S.Farm., Apt. Inovasi ini mengoptimalkan penyampaian informasi mengenai Beyond Use Date (BUD) obat agar penggunaannya lebih aman, efektif, dan rasional sesuai ketentuan.
Inovasi berikutnya adalah SIPATEN (Sistem Pengisian Identitas Pasien Terverifikasi) yang diinisiasi Nurul Rezky G., A.Md. RMIK. SIPATEN dikembangkan untuk mengoptimalkan pengisian identitas pasien baru secara lengkap, akurat, dan terverifikasi pada aplikasi E-Puskesmas. Inovasi ini juga diharapkan meningkatkan kualitas data rekam medis sebagai dasar pelayanan kesehatan dan pengambilan keputusan.
Sementara itu, inovasi kelima adalah TERAPIS (Teknologi Arsip Puskesmas Strategis) melalui pemanfaatan Microsoft Access yang diinisiasi Harisah, A.Md. Inovasi ini bertujuan mengoptimalkan pengelolaan arsip surat masuk dan surat keluar secara digital, meningkatkan efisiensi pelayanan administrasi persuratan, mengurangi risiko kehilangan maupun kerusakan arsip, serta mendukung penerapan sistem administrasi berbasis digital.
Melalui TERAPIS, Puskesmas Tanrutedong menargetkan 95–100 persen arsip surat masuk dan surat keluar terdigitalisasi. Selain itu, waktu pencarian dokumen ditargetkan kurang dari lima menit, risiko kehilangan atau kerusakan arsip semakin rendah, serta 90–100 persen pegawai mampu mengelola dan mengakses arsip digital secara mandiri.
Kepala UPT Puskesmas Tanrutedong, Bd. Hj. Nurtang, S.ST., M.Kes., menyampaikan apresiasi atas lahirnya berbagai inovasi tersebut. Menurutnya, inovasi merupakan langkah penting untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Ia berharap kelima inovasi tersebut memberikan manfaat dan dampak positif bagi Puskesmas Tanrutedong maupun masyarakat yang dilayani. Selain itu, inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi contoh dan direplikasi oleh puskesmas lain di Kabupaten Sidenreng Rappang maupun daerah lain dalam upaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas dan inovatif.(*)



