Pinrang ,lintasnews7.com— Pemerintah Kabupaten Pinrang terus memperkuat langkah antisipasi terhadap dampak musim kemarau yang berpotensi mengganggu keberlangsungan sektor pertanian.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang untuk memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian tetap menjadi perhatian bersama.
Komitmen tersebut dibahas saat Bupati Pinrang H.A. Irwan Hamid, S.Sos., didampingi Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi, S.IP., M.Si., menerima Kepala BBWS Pompengan Jeneberang Dr. Heriantono Waluyadi, S.T., M.T., di Rumah Jabatan Bupati Pinrang, Sabtu (19/9).
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya mencari langkah yang dapat dilakukan untuk menghadapi keterbatasan pasokan air yang dirasakan di sejumlah wilayah pertanian Kabupaten Pinrang.
Kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang membuat kebutuhan air menjadi semakin penting, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.
Bupati Irwan Hamid mengungkapkan bahwa kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian serius karena keberadaan air sangat menentukan keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat.
Menurutnya, keterbatasan pasokan air tidak hanya berdampak pada tanaman yang sedang dibudidayakan, tetapi juga dapat memengaruhi pendapatan petani apabila tidak segera diantisipasi.
“Karena itu, kita berharap ada langkah bersama yang dapat dilakukan untuk membantu masyarakat petani menghadapi kondisi ini. Yang paling penting adalah bagaimana ketersediaan air tetap bisa diupayakan sehingga produktivitas pertanian masyarakat dapat dipertahankan,” ungkap Bupati Irwan.
Bupati Irwan menambahkan, sebagai salah satu daerah yang memiliki peran penting dalam penyediaan pangan, Pemerintah Kabupaten Pinrang berkepentingan memastikan persoalan yang berkaitan dengan irigasi dapat ditangani melalui koordinasi lintas sektor.
Menurutnya, keterlibatan BBWS Pompengan Jeneberang sangat dibutuhkan agar upaya penanganan dapat dilakukan secara lebih terukur dan sesuai dengan kondisi teknis di lapangan.
“Pemerintah daerah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan sinergi dengan BBWS dan seluruh pihak terkait agar persoalan air ini dapat dicarikan solusi, baik untuk kebutuhan masyarakat saat ini maupun sebagai langkah menghadapi kondisi kemarau pada masa yang akan datang,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala BBWS Pompengan Jeneberang Dr. Heriantono Waluyadi menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi ruang koordinasi untuk melihat berbagai kebutuhan dan kondisi pengelolaan sumber daya air di wilayah Kabupaten Pinrang.
Koordinasi antara pemerintah daerah dan BBWS diharapkan mampu menghasilkan langkah yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya petani yang membutuhkan kepastian pasokan air untuk mempertahankan kegiatan produksinya.
Upaya tersebut juga diharapkan tidak berhenti pada penanganan kondisi kemarau saat ini, tetapi dapat menjadi bahan evaluasi dalam memperkuat pengelolaan sumber daya air sehingga risiko gangguan produksi pertanian dapat ditekan pada musim kemarau berikutnya.
Dengan koordinasi yang semakin kuat, Pemerintah Kabupaten Pinrang berharap kebutuhan dasar masyarakat petani tetap terlindungi, produksi pangan dapat dipertahankan, serta dampak ekonomi akibat kekurangan air dapat diminimalkan.
“Yang kita harapkan tentu bagaimana masyarakat tidak terlalu terbebani dengan kondisi kemarau ini. Petani tetap bisa berproduksi, kebutuhan pangan tetap terjaga dan roda perekonomian masyarakat terus berjalan,” pungkas Bupati Irwan.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDA-BK) Bachrumsyah serta Satker OP BBWS Pompengan Jeneberang Irwansyah Renreng.(*/srm)



