Hari jadi Sidenreng Rappang yg ke-682 tahun diperingati dan dirayakan tepat dalam periode tahun pertama pemerintahan SARkanaah. Gubernur dan Wakil Gubernur serta Ketua dan Anggota DPRD Sulsel hadir, termasuk sejumlah Kepala Daerah dan tokoh politik nasional serta kolega SARkanaah. Dalam ruang paripurna DPRD Sidrap hampir seluruh sumberdaya yg melekat pada Pemerintahan SARkanaah juga hadir berjibaku dengan kegembiraan, antusias dan berkhikmat menguatkan spirit SARomase Sidenreng Rappang.
Dan perayaan hari jadi Sidrap tahun ini terlihat berbeda dari perayaan sebelumnya. Sepertinya bukan semata karena kehendak efisiensi dan penyederhanaan seperlunya tapi semacam artikulasi atas keinginan kuat dan upaya keras Bupati SAR membangun kedekatan emosional dan relasi sosial pemerintah, masyarakat dan pihak terkait yg lebih bermakna.
Meski dalam suasana efisiensi tetap saja perayaan hari jadi Sidrap tahun ini 'onfire'. Irama dan hentakan lirik SARomase Sidenreng Rappang begitu menggema dan terasa menggetarkan dinding dan ruang kantor DPRD Sidrap dan sekitarnya pada satu sisi. Pada sisi yang lain dibanyak perhelatan, Bupati SAR tetap dengan energi dan vitalitasnya menghidupkan pencapaiannya secara aspektual. Tujuannya, agar pemerintahannya terus fokus melancarkan agenda yang berdampak dan restoratif.
Memperingati hari jadi Sidenreng Rappang memang berbeda dengan peringatan hari jadi Kabupaten Sidenreng Rappang. Perbedaan keduanya lebih bersifat historisitas dan administratif kepemerintahan. Pada konteks perbedaan tersebut masyarakat Sidrap menaruh harapan besar agar Pemerintahan SARkanaah terus solid dan berkinerja. Historisitas Sidenreng Rappang yang dibangun dengan spirit 'sirenreng-renreng' (baca; saling berpegangan), yang oleh Gubernur Sulsel dimaknai sebagai modalitas sosial masyarakat Sidrap yg selamanya harus terus dirawat dan digerakkan sampai menembus urat nadi dan jantung Sulawesi Selatan di masa depan.
#SARomaseSidenrengRappang


