Pinrang, Ahad (16/2) — Debur ombak di Pantai Wisata Salopi menjadi saksi berakhirnya tugas panitia pelaksana Milad KE 113 Muhammadiyah sidrap yang resmi dibubarkan dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Momentum ini tidak hanya menjadi seremoni penutup, tetapi juga ruang refleksi atas proses panjang yang telah dilalui bersama.
Acara pembubaran yang berlangsung di kawasan wisata Salopi tersebut dihadiri jajaran pimpinan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidrap, panitia Milad, serta unsur Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah Sidrap.
Evaluasi dan Apresiasi di Tepi Pantai
Kegiatan diawali dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban panitia dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Milad. Dalam suasana santai namun penuh makna, para peserta menyampaikan pandangan, saran, dan catatan perbaikan untuk kegiatan yang akan datang.
Ketua panitia, Dr. Herman Dema, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembubaran bukanlah akhir dari kebersamaan.
“Pembubaran panitia ini kita laksanakan pada hari Ahad (16/2) di Wisata Salopi Pinrang sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus refleksi bersama. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan Milad ke 113 Muhmmadiyah Sidrap, mulai dari Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Bakti sosial, Pasar Murah, Tablig Akbar, Perpustakaan Keliling, Diklatsar kokam, Perkemahan HW kab sidrap, Antraksi Tapak Suci, sampai refleksi Milad alhamdululillah berjalan lancar berkat kerja sama dan keikhlasan seluruh panitia. Semoga kebersamaan ini tetap terjaga dalam agenda-agenda dakwah berikutnya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengalaman selama proses persiapan hingga pelaksanaan menjadi pelajaran berharga bagi penguatan manajemen organisasi ke depan.
Sementara itu, Ketua PDM Sidrap, Dr. Drs. K. H. Syamsu Tang, memberikan apresiasi atas dedikasi panitia serta menekankan pentingnya menjaga semangat kolektif.
“Kita berkumpul di tempat ini bukan hanya untuk membubarkan kepanitiaan, tetapi untuk mempererat ukhuwah. Wisata Salopi menjadi saksi bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama kita. Laporan kegiatan telah kami terima dan akan menjadi bahan pembahasan dalam rapat PDM selanjutnya,” ungkapnya.
Simbol Kebersamaan dan Komitmen
Ramah tamah yang menyertai kegiatan semakin menguatkan suasana kekeluargaan. Tawa dan diskusi ringan di antara peserta menandai bahwa hubungan yang terbangun selama kegiatan Milad tidak berhenti seiring berakhirnya masa tugas panitia.
Pembubaran ini menjadi simbol selesainya amanah struktural, namun sekaligus awal dari komitmen baru untuk terus berkontribusi dalam gerakan sosial dan dakwah. Di bawah langit Salopi dan irama ombak yang terus bergulung, semangat pengabdian diteguhkan kembali — bahwa kebersamaan adalah fondasi utama dalam setiap langkah perjuangan organisasi.



