SIDRAP,LINTASNEWS7.COM — Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) S1 Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menggelar Festival Bulan Bahasa (FBB) 2026. Kegiatan ini diikuti perwakilan 32 sekolah dari jenjang SD, SMP, dan SMA.
Festival Bulan Bahasa 2026 resmi dibuka Wakil Dekan I FKIP UMS Rappang, Dr. Suhartini Khalik, S.Pd., M.Pd., di Auditorium H. Zaini Razak, UMS Rappang, Senin (19/10/2026).
Mengusung tema “Bahasa Menyatukan, Sastra Menghidupkan, Kreativitas Menjadi Karya”, kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar untuk meningkatkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia, mengapresiasi sastra, serta mengembangkan kreativitas melalui berbagai perlombaan.
Pembukaan kegiatan dihadiri Ketua Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Indonesia, Dr. Jumiati Lanta, S.Pd., M.Pd., dosen Pendidikan Bahasa Indonesia, guru pendamping, serta peserta Festival Bulan Bahasa 2026.
Ketua panitia, Mariam Wulandari, mengatakan tema tersebut dipilih karena bahasa memiliki peran penting sebagai alat pemersatu, sedangkan sastra menjadi sarana untuk menghidupkan nilai-nilai kehidupan. Sementara itu, kreativitas menjadi ruang bagi generasi muda untuk menghasilkan karya yang bermakna.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia, menumbuhkan apresiasi terhadap sastra, serta mendorong generasi muda untuk terus mengembangkan potensi dan kreativitasnya,” ujar Mariam dalam laporannya.
Dia berharap Festival Bulan Bahasa tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang untuk mempererat silaturahmi, memperluas wawasan, dan melahirkan generasi muda yang mampu menjaga serta mengembangkan bahasa dan sastra melalui karya kreatif dan inspiratif.
Ketua Himaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Wahyudi Hendrarto, menegaskan Festival Bulan Bahasa bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan ruang untuk merayakan bahasa, menghidupkan sastra, dan mengembangkan kreativitas generasi muda.
“Bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga jembatan untuk menyatukan perbedaan, mempererat persaudaraan, dan membangun pemahaman antarsesama,” kata Wahyudi dalam sambutannya.
Dia mengatakan mahasiswa, khususnya yang berkecimpung dalam bidang bahasa dan sastra Indonesia, memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mencintai bahasa Indonesia.
Menurutnya, kecintaan terhadap bahasa tidak cukup hanya diwujudkan dengan memahami kaidah kebahasaan. Generasi muda juga perlu menggunakan bahasa secara baik, mengapresiasi karya sastra, serta menghasilkan karya kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Wahyudi juga mengapresiasi kerja keras panitia dan dukungan berbagai pihak yang telah membantu menyukseskan pelaksanaan kegiatan tersebut.
Kepada para peserta, dia berpesan agar menjadikan festival ini sebagai kesempatan untuk belajar, mengembangkan potensi diri, memperluas pengalaman, dan membangun persaudaraan.
“Menang atau kalah bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Keberanian untuk mencoba, semangat untuk belajar, dan kemampuan untuk terus berkarya merupakan pencapaian yang tidak kalah berharga,” tuturnya.
Sementara itu, salah seorang panitia, Salsabila, berharap seluruh rangkaian Festival Bulan Bahasa 2026 dapat berlangsung dengan baik hingga hari penutupan..
Panitia menyebut Festival Bulan Bahasa 2026 melibatkan 32 sekolah, yang terdiri dari 12 SD, 10 SMP, dan 10 SMA. Jumlah keseluruhan peserta belum dapat dipastikan karena setiap cabang lomba memiliki ketentuan jumlah peserta yang berbeda.
Panitia juga menerapkan skema pelaksanaan yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya kegiatan lebih berfokus pada peserta tingkat SMP dan SMA, tahun ini panitia mulai melibatkan siswa sekolah dasar untuk melihat respons dan antusiasme mereka terhadap kegiatan kebahasaan dan kesastraan.
Apabila pelaksanaan untuk jenjang SD mendapat respons positif, panitia berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan ke wilayah lain, termasuk Pangkajene dan Amparita.
Panitia berharap seluruh kegiatan berjalan lancar hingga penutupan serta memberikan pengalaman positif bagi peserta dalam mengembangkan kemampuan berbahasa, bersastra, dan berkarya.



