SIDRAP,LINTASNEWS8.COM - Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menggelar seleksi penerimaan staf untuk mendukung pengelolaan Pascasarjana, khususnya Program Studi Administrasi Publik. Sebanyak 18 orang pelamar dari berbagai perguruan tingga yang mendaftar.
Pada Selasa (6/10/2026). Para pelamar Tengah mengikuti tahapan wawancara dalam proses rekrutmen tersebut. Proses wawancara berlangsung di lantai 4 Gedung Rektorat UMS Rappang. Para peserta mengikuti tahapan seleksi sebagai bagian dari proses penentuan calon staf yang nantinya akan ditempatkan untuk mendukung pelayanan administrasi Pascasarjana Administrasi Publik.
Wakil Rektor III UMS Rappang, Dr. Herman D, S.Pd., S.IP., M.Si., mengatakan rekrutmen dilakukan berdasarkan hasil analisis kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan Pascasarjana.
"Rekrutmen hari ini dilakukan berdasarkan jumlah pelamar yang masuk beberapa waktu lalu. Ada pergeseran staf dari Pascasarjana ke fakultas sehingga berdasarkan hasil analisis sumber daya manusia, kami melihat adanya kekurangan SDM yang betul-betul memiliki kemampuan profesional untuk mengelola Pascasarjana," kata Dr. Herman usai proses wawancara, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, kebutuhan tenaga staf menjadi penting seiring dengan pengelolaan sejumlah program studi Pascasarjana. Karena itu, calon staf yang diterima diharapkan memiliki kompetensi dan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
"Karena ke depan kita harus memberikan pelayanan yang maksimal kepada mahasiswa, dosen, dan pihak lainnya. Pelaksanaan pelayanan di Pascasarjana, khususnya S2 Administrasi Publik, S3 Administrasi Publik, S2 Pendidikan Bahasa Indonesia, dan S2 Pendidikan Bahasa Inggris, harus betul-betul bisa dimaksimalkan," jelasnya.
Dr. Herman menegaskan proses seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan, pengalaman kerja, serta kompetensi para pelamar. Ia memastikan proses rekrutmen tidak didasarkan pada faktor suka atau tidak suka terhadap peserta.
"Kami berharap seleksi yang dilakukan ini betul-betul menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki potensi bagus. Kami tidak melihat dari mana seseorang berasal. Dengan kata lain, rekrutmen tidak boleh berdasarkan like atau dislike, tetapi harus melihat kemampuan dan pengalaman kerja yang dimiliki," tegasnya.
Ia berharap calon staf yang terpilih nantinya mampu menjalankan tugas secara profesional sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang diberikan.
"Sehingga nantinya mereka bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan secara profesional sesuai dengan tupoksi yang diberikan," pungkas Dr. Herman.



