SIDRAP,LINTASNEWS7.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menggelar pelantikan pengurus periode 2026-2027. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan upgrading dan rapat kerja (raker) dengan mengusung tema "Revitalisasi Gerakan, Menghidupkan Gagasan dan Menguatkan Kolaborasi".
Rangkaian kegiatan berlangsung selama dua hari, 6-7 Oktober 2026. Kegiatan diawali dengan pembukaan yang berlangsung di lantai 3 Gedung Rektorat UMS Rappang, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Wakil Dekan II FISIP UMS Rappang, Muhammad Ikbal, S.Sos., M.Si. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan serah terima kepemimpinan dari Ketua BEM FISIP periode sebelumnya, Rezki Anugrah Sayyadi, kepada Ketua BEM FISIP periode 2026-2027, Aswandi Putra.
Dalam sambutannya, Muhammad Ikbal menekankan pentingnya amanah dan tanggung jawab yang melekat pada setiap pengurus organisasi. Menurutnya, ikrar yang diucapkan saat pelantikan bukan sekadar formalitas, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan selama menjalankan roda organisasi.
"Setiap momen pelantikan saya selalu mengingatkan tentang amanah. Apa yang kita ikrarkan dan disaksikan banyak orang harus benar-benar kita laksanakan, bukan hanya sekadar diucapkan," kata Muhammad Ikbal.
Dia juga mengingatkan agar gerakan mahasiswa tetap berpedoman pada nilai-nilai Al-Qur'an dan As-Sunnah serta Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Menurutnya, pengurus BEM memiliki tanggung jawab untuk membawa organisasi sesuai dengan nilai dan komitmen yang telah disepakati bersama. Karena itu, setiap pengurus dituntut mampu menjadi teladan, baik dalam kehidupan organisasi maupun dalam kehidupan sehari-hari.
"Seorang pimpinan harus mampu menjadi teladan bagi anggotanya. Jangan hanya memberikan arahan kepada mahasiswa, tetapi dirinya sendiri tidak mampu menjadi contoh," ujarnya.
Muhammad Ikbal juga mendorong pengurus BEM FISIP untuk menghidupkan kembali tradisi diskusi dan kajian ilmiah di lingkungan mahasiswa. Ia berharap BEM FISIP dapat menjadi ruang tumbuhnya gagasan-gagasan kritis dan konstruktif.
"BEM FISIP harus menjadi rumahnya gagasan. Pengurus tidak boleh miskin gagasan. Wacana yang dibicarakan ke depan harus bernuansa ilmiah, bukan sekadar omong-omong," katanya.
Ia berharap tema yang diangkat dalam kepengurusan kali ini tidak berhenti sebagai slogan, tetapi benar-benar diwujudkan melalui program kerja dan gerakan mahasiswa yang memberikan dampak positif.
"Bagaimana merevitalisasi gerakan dan menghidupkan gagasan. Tradisi ini harus kita tumbuhkan kembali di tengah gerakan mahasiswa agar mampu mengarahkan perubahan ke hal yang lebih baik," sambungnya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri BEM FISIP UMS Rappang, Faramesa Ali, mengatakan pelantikan menjadi tahap awal sebelum pengurus menjalankan berbagai agenda organisasi selama satu periode ke depan.
"Setelah beberapa bulan kami menyusun kepengurusan, akhirnya hari ini kami berada pada tahap pelantikan. Setelah ini dilanjutkan dengan upgrading dan rapat kerja untuk membahas program kerja yang akan dilaksanakan selama satu periode," kata Faramesa.
Dia mengatakan BEM FISIP UMS Rappang menargetkan lahirnya sejumlah ide dan inovasi baru. Selain menjalankan program kerja, kepengurusan baru juga akan mempersiapkan regenerasi agar keberlanjutan organisasi dapat berjalan dengan baik.
"Target BEM tahun ini, insyaallah, kami akan membawa banyak ide dan inovasi baru. Tentunya juga menyiapkan regenerasi agar BEM FISIP bisa lebih berkembang dan memiliki eksistensi yang baik, baik di kampus maupun di masyarakat," ujarnya.
Faramesa berharap seluruh program kerja yang telah dirancang dapat dilaksanakan secara optimal dan memberikan manfaat bagi kampus serta lingkungan sekitar.
"Harapannya, selama satu periode ke depan kami bisa melaksanakan program kerja yang telah disiapkan dengan baik. Tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi BEM FISIP juga bisa memberikan manfaat bagi kampus dan lingkungan sekitar," katanya.



