SIDRAP,LINTASNEWS7.COM—Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) masuk lima besar nasional dalam seleksi Indonesia SDGs Action Award 2026. Program unggulan Listrik Masuk Sawah (LMS) menjadi inovasi yang diusulkan dalam ajang yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas bersama Sekretariat Nasional SDGs Indonesia.
Sehubungan hal tersebut, Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menerima kunjungan Tim Penilai Program Unggulan SDGs Kabupaten Sidenreng Rappang menuju Indonesia SDGs Action Award di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Jumat (6/11/2026).
Kedatangan tim disambut langsung Bupati bersama Wakil Ketua DPRD Arifin Damis, perwakilan Forkopimda, Kepala Bulog, Kepala BPS, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta Camat Maritengngae.
Dalam pemaparannya, Syaharuddin menjelaskan Listrik Masuk Sawah merupakan program inovasi untuk menjawab persoalan keterbatasan sumber air bagi petani, khususnya di lahan sawah tadah hujan yang selama ini bergantung pada curah hujan.
Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
"Alhamdulillah, dari sekitar 190 kabupaten/kota yang mengikuti proses ini, Sidrap berhasil masuk lima besar nasional. Kita berharap dapat melalui tahapan penilaian ini dengan hasil terbaik. Ini bukan hanya penghargaan, tetapi juga pengakuan atas program yang benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat," ujar Syaharuddin.
Ia juga mengaitkan program tersebut dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pengentasan kemiskinan, tanpa kelaparan, kehidupan sehat dan sejahtera, serta akses terhadap air bersih dan energi.
Syaharuddin turut menyampaikan bahwa Sidrap sebelumnya menerima penghargaan Kompas TV dalam kategori Cita Daerah Sejahtera dan Sehat. Menurutnya, berbagai program pembangunan daerah perlu terus diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Program Listrik Masuk Sawah berangkat dari kondisi geografis dan potensi pertanian Sidrap. Hingga 2024, kabupaten ini memiliki luas lahan sawah 51.389 hektare, terdiri atas 33.541,27 hektare sawah beririgasi teknis, 16.276,7 hektare sawah tadah hujan, dan 1.571 hektare sawah rawa lebak.
Sektor pertanian juga memberikan kontribusi sekitar 28 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sidrap berdasarkan data BPS 2024.
Keterbatasan air pada musim kemarau menjadi salah satu tantangan bagi petani, khususnya di kawasan sawah tadah hujan. Penggunaan pompa berbahan bakar LPG maupun solar menghadapi kendala biaya dan ketersediaan bahan bakar.
Di sisi lain, pembangunan jaringan listrik menuju kawasan persawahan membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Kondisi tersebut melatarbelakangi inisiatif Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Sidrap mengembangkan program Listrik Masuk Sawah.
Program ini mulai diujicobakan pada 2023 di Kelurahan Pajalele, Kecamatan Tellu Limpoe, dengan anggaran APBD sebesar Rp150 juta. Pada 2024, penerapannya diperluas ke Takkalasi, Kecamatan Maritengngae, dan Kelurahan Bangkai, Kecamatan Watang Pulu.
Selanjutnya, sejak 2025, program tersebut diterapkan lebih luas melalui dukungan anggaran APBD Kabupaten Sidrap dan APBN Kementerian Pertanian.
Penggunaan pompa submersible berbasis energi listrik diharapkan menjadi solusi yang lebih efisien dan ramah lingkungan dalam memenuhi kebutuhan air pertanian, sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Sementara itu, Hendri Triady Kuncoro mewakili tim penilai mengatakan Sidrap berhasil melaju dari 10 besar pada 2025 hingga masuk lima besar dalam seleksi 2026.
Ia menjelaskan, verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan program yang diajukan telah berjalan minimal dua tahun, memberikan dampak bagi masyarakat, serta memiliki keberlanjutan.
Tim penilai juga akan mencocokkan paparan pemerintah daerah dengan kondisi pelaksanaan program di lapangan melalui pengambilan sampel dan dokumentasi.
"Yang kami pastikan adalah apakah program ini sudah berjalan, bagaimana dampaknya terhadap masyarakat, dan bagaimana keberlanjutannya. Jangan sampai program hanya berjalan satu atau dua tahun, kemudian tidak berlanjut," jelasnya.
Kepala Bapperida Sidrap, Herwin, menambahkan masuknya Sidrap dalam lima besar nasional merupakan kebanggaan bagi pemerintah daerah. Terlebih, Sidrap menjadi satu-satunya kabupaten dari kawasan Indonesia Timur yang mendapat kesempatan mengikuti penilaian lapangan pada ajang tersebut.
Ia menyebutkan, terdapat 22 OPD yang terlibat dalam penginputan data melalui aplikasi penilaian dengan 140 indikator. Program Listrik Masuk Sawah menjadi salah satu program unggulan yang diajukan, terutama dalam mendukung tujuan SDGs tanpa kelaparan dan pertanian berkelanjutan.
Setelah menerima tim penilai di rumah jabatan, Bupati Syaharuddin bersama tim melanjutkan kunjungan lapangan ke Desa Tanete dan Desa Takkalasi untuk melihat langsung pelaksanaan program Listrik Masuk Sawah.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari proses verifikasi untuk memastikan kesesuaian antara paparan program dengan kondisi dan manfaat yang dirasakan di lapangan.



