SIDRAP,lintasnews7.com– Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Dr. Sam Hermansyah, S.Pd., M.Pd., mengikuti workshop pembelajaran digital berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Jumat (9/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Parepare tersebut berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting.
Workshop ini mengangkat tema “AI-Powered Learning: Merancang Pembelajaran Digital yang Adaptif, Interaktif, dan Berdampak”. Kegiatan menghadirkan narasumber Assoc. Prof. Dr. Rudi Hartono, S.Kom., M.Pd., dosen Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor.
Workshop dengan alokasi 32 jam pelajaran ini membahas lima materi utama, yakni AI dalam transformasi pendidikan, fondasi AI untuk pendidikan, pembelajaran adaptif berbasis AI, praktik merancang media pembelajaran berbasis AI, serta evaluasi, etika, dan dampak penggunaannya.
Materi tersebut mengulas pemanfaatan AI untuk menyesuaikan materi dengan kebutuhan peserta didik, mengatur tingkat kesulitan pembelajaran, memberikan umpan balik interaktif, hingga menganalisis kebutuhan belajar mahasiswa.
Selain aspek teknis, peserta juga mendapatkan pembahasan mengenai etika penggunaan AI dalam dunia pendidikan. Hal ini penting agar pemanfaatan teknologi tetap dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak mengabaikan integritas akademik.
Keikutsertaan Dr. Sam Hermansyah dalam workshop tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dosen dalam mengikuti perkembangan teknologi pembelajaran.
Penerapan AI dinilai memiliki relevansi dengan pembelajaran bahasa Inggris, terutama dalam pengembangan media digital, penyusunan aktivitas belajar interaktif, serta perancangan materi yang dapat disesuaikan dengan kemampuan mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, kompetensi pembelajaran digital di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMS Rappang diharapkan semakin berkembang. Pemanfaatan AI secara tepat diharapkan dapat mendorong proses pembelajaran yang lebih kreatif, adaptif, dan efektif, tanpa mengesampingkan peran dosen sebagai pendidik dan pembimbing mahasiswa.



