SIDRAP,LINTASNEWS7.COM — English Competition 2026 yang digelar mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), resmi ditutup pada Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar se-Ajatappareng untuk mengasah kemampuan bahasa Inggris, mengembangkan bakat, dan meningkatkan kepercayaan diri.
Kompetisi yang berlangsung pada 12-14 Oktober 2026 tersebut dipusatkan di Auditorium H. Zaini Razak UMS Rappang. Sejumlah kategori lomba dipertandingkan berdasarkan jenjang pendidikan peserta, mulai dari tingkat SD/MI hingga SMA/MA.
Untuk tingkat SD/MI, kompetisi meliputi storytelling dan quiz. Sementara itu, peserta tingkat SMP/MTs berkompetisi dalam kategori singing dan speech. Adapun untuk tingkat SMA/MA, kategori yang dilombakan mencakup singing, speech, dan debate.
Penutupan kegiatan ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang serta dokumentasi bersama peserta dan guru pendamping. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas usaha dan kemampuan yang ditampilkan peserta selama mengikuti kompetisi.
Dekan FKIP UMS Rappang, Dr. Muhammad Hanafi, M.Pd., diharapkan dapat menekankan pentingnya kompetisi ini sebagai sarana pembinaan generasi muda yang berprestasi dan berkarakter. Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diharapkan semakin berani berkomunikasi, menjunjung tinggi sportivitas, dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan global.
Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UMS Rappang, Dr. Sam Hermansyah, S.Pd., M.Pd., mengatakan English Competition 2026 diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pelajar untuk terus mengembangkan kemampuan bahasa Inggris dan meningkatkan kepercayaan diri.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap para pelajar semakin termotivasi untuk belajar dan mengasah kemampuan bahasa Inggris. Bagi peserta yang berhasil meraih juara, prestasi ini diharapkan menjadi penyemangat untuk terus berkembang. Sementara bagi yang belum meraih juara, jangan berkecil hati karena pengalaman ini bisa menjadi bekal untuk tampil lebih baik pada kompetisi berikutnya," ujar Sam.
Menurutnya, kemampuan bahasa Inggris tidak cukup hanya dipelajari secara teori, tetapi juga perlu diasah melalui praktik dan keberanian berkomunikasi. Karena itu, kompetisi seperti ini diharapkan dapat memberikan pengalaman positif bagi pelajar untuk mengembangkan potensi diri.
"Kami ingin para peserta tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga mendapatkan pengalaman, membangun kepercayaan diri, dan berani menunjukkan kemampuan mereka. Semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat belajar bahasa Inggris yang terus berlanjut meskipun kompetisi telah selesai," tutupnya.



